Selasa, 15 November 2016

Kurikulum Dan Teori Pendidikan Pribadi

Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum, dan suatu kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret penerapan dari suatu teori pendidikan.
Teori pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa sejak dilahirkan, anak telah memiliki potensi-potensi, baik potensi untuk berpikir, berbuat, memecahkan masalah, maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. Pendidikan diibaratkan persemaian, berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama.
Teori ini juga memiliki dua aliran, yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Dalam pendidikan progresif, siswa merupakan satu kesatuan yang utuh, perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. Isi pengajaran berasal dari pengalaman siswa sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Siswa merefleksi terhadap masalah-masalah yang muncul dalam kehidupannya. Berkat refleksinya itu siswa memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan.
Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. Menurut Rousseau, semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah baik dan menjadi kurang baik atau sering rusak ditangan manusia. setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran, kebenaran, dan ketulusan. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual.
Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru dengan melibatkan siswa. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2015. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset-Bandung